MUKOMUKI,KLIKINDONESIA- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terus meningkatkan peran layanan kesehatan promotif dan preventif sebagai langkah strategis untuk menekan angka kesakitan masyarakat. Terlebih dalam upaya pencegahan dan penanganan penurunan angka kasus stunting. Berbagai program edukasi dan deteksi dini kini gencar dilakukan, baik di lingkungan sekolah, Desa maupun kelompok masyarakat.
Adapun Edukasi dan sosialisasi yang disampaikan kepada masyarakat, salah satunya mengenai pentingnya memberikan gizi seimbang dan cara pola asuh anak.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskesmas Teras Terunjam,dr. Mery Oktika Sari, melalui Ahli Gizi Puskesmas Teras Terunjam, Riki Susanti,.A.Md.Gz yang didampingi Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas, Irrahima Suryani, saat ditemui media ini di ruang kerjanya Rabu,(1/10/2025).
Ia mengatakan, melalui kegiatan edukasi tersebut, diharapkan masyarakat agar memahami tentang gizi seimbang untuk anak dan balita, sekaligus memberikan pemahaman tentang bahaya stunting sejak dini.
”Salah satu faktor penyebab dari stunting adalah pola asuh yang kurang baik serta tidak fokus dalam mengawasi juga memperhatikan kesehatan anak dalam pemberian gizi oleh orang tua . Oleh sebab itu, orang tua perlu memberikan perhatian khusus kepada anak terutama kesehatannya,” ujar Riki Susanti,.A.Md.Gz.
Menurutnya, Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, wilayah kerja Pukesmas Teras Terunjam tidak banyak terdapat anak-anak stunting. Berdasarkan data pada periode Agustus 2025, ada 24 kasus atau sekitar 9,5 persen dari 252 anak dan balita.
”Walaupun tidak banyak anak-anak stunting, tapi kami selalu pantau. selain itu kami juga terus fokus perhatian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak yang kurang gizi dan termasuk juga anak stunting,”katanya.
Lebih lanjut ia menyebutkan,fokus pencegahan stunting, kami selalu bekerja sama dengan lintas sektor diwilayah Puskesmas Teras Terunjam, dengan program rembuk stunting sehingga pelaksanaannya bisa berdampak positif dan searah.
”Melalui anggaran yang ada kami manfaatkan secara efisien dengan selalu memberikan pemberian PMT kepada anak-anak yang kurang gizi tentunya dengan kerjasama lintas sektor tarkait,” tutup Riki.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Teras Terunjam, Irrahima Suryani menambahkan, pada saat melaksanakan kegiatan posyandu,pihak Puskemas selalu memberikan konseling terhadap ibu-ibu yang anaknya mengalami stunting. Karena pada dasarnya terkadang para orangtua si anak tersebut tidak mengakui bahwa anaknya menderita stunting.
”Setelah kita gencar mengedukasi, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya terhadap tumbuh kembang si anak dan akan berdampak pada stunting, baru orang tuanya memahaminya bahwa anaknya terkena tengkes atau pendek tersebut,” tuturnya.
Ia menambahkan, semakin banyak yang terlibat dalam kegiatan program pelayanan edukasi kepada masyarakat, diharapkan masyarakat harus peduli terhadap kesehatannya, dengan demikian tentu akan semakin menurunkan kasus stunting di Kecamatan Teras Terunjam.
”Oleh sebab itu, dia berharap melalui kerjasama stakeholder maupun media masa dan lainnya. Akan membantu dalam mengedukasi kepada masyarakat, sehingga manfaat serta dampak terhadap angka stunting bisa teratasi,”tutupnya.
Penulis : Robianto
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia













